Kelangkaan Air Pertanian di Gunungkidul:Tinjauan Ekonomi atas Alokasi dan Efisiensi Sumber Daya

Authors

  • Moh Raihan Zahran Universitas Islam Negeri Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Author
  • Sarpini Universitas Islam Negeri Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Author

Keywords:

Kelangkaan Air, Pertanian, Ekonomi, Alokasi, Sumber Daya.

Abstract

Di Kabupaten Gunungkidul, ketersediaan air untuk pertanian masih menjadi masalah, khususnya pada musim kemarau. Karena berkarakter karst, wilayah ini membuat air hujan cepat masuk ke dalam tanah sehingga sebagian besar tidak tersisa sebagai air permukaan untuk irigasi. Studi ini bertujuan memaparkan ketersediaan serta kebutuhan air irigasi, mengkaji efisiensi pemakaiannya, dan menilai nilai ekonomi air bagi usaha pertanian. Pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari BMKG, BPS, BBWS Serayu Opak, dan penelitian sebelumnya. Data yang dibahas memperlihatkan bahwa curah hujan tahunan sekitar 1.500–2.200 mm tidak otomatis menjamin air tersedia sepanjang tahun. Pendangkalan telaga akibat sedimentasi dan penguapan di musim kemarau juga menyusutkan air yang bisa dimanfaatkan. Di lokasi irigasi yang ditelaah, pasokan air pun tidak selalu mencukupi kebutuhan tanaman. Secara ekonomi, pemakaian air yang belum efisien dan terbatasnya dana perawatan jaringan irigasi menjadi masalah yang patut diperhatikan. Sumber yang dikaji memperkirakan kontribusi air sebesar Rp172.637–Rp1.388.742/ha/MT dengan harga bayangan Rp23–Rp44/m³. Dari sudut pandang Ekonomi Syariah, pengelolaan air semestinya menjamin keadilan akses dan menjauhi pemborosan. Oleh karena itu, giliran pembagian air, teknologi irigasi hemat air, pemanenan air hujan, dan iuran pengelolaan yang wajar layak dipertimbangkan untuk menjaga keberlanjutan air pertanian.

References

Allen, R. G., Pereira, L. S., Raes, D., & Smith, M. (1998). Crop evapotranspiration: Guidelines for computing crop water requirements. FAO.

Arida, V. (2022). Konservasi air di Kabupaten Gunungkidul. Community Development, 6(2), 95–105.

Astuti, F. A., Sungkowo, A., & Kristanto, W. A. D. (2018). Analisis kebutuhan air domestik dan non domestik di Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 10(2), 138–145.

BBWS Serayu Opak. (2024). Laporan data dan evaluasi sumber daya air di Kabupaten Gunungkidul. BBWS Serayu Opak.

BMKG. (2024). Data curah hujan historis Kabupaten Gunungkidul tahun 2003–2023. BMKG.

BPS Kabupaten Gunungkidul. (2024). Kabupaten Gunungkidul dalam angka 2024. BPS Gunungkidul.

Bimantio, M. P., Noviyanto, A., Jaya, G. I., Raharjo, D. T., & Keviana, A. (2025). Desain pertanian berkelanjutan di lanskap karst Gunungkidul. Agroteknika, 8(2), 288–301.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2013). Standar perencanaan irigasi (KP-01). Kementerian Pekerjaan Umum.

Endarto, R., Gunawan, & Haryono, E. (2016). Kajian kerusakan lingkungan karst. Majalah Geografi Indonesia, 29(1), 51–60.

FAO. (2020). The state of food and agriculture 2020. FAO.

Nurdiansyah, M. I., Jatmiko, R. H., Ruslanjari, D., Fajarian, N. A., & Silfani. (2025). Optimalisasi pemanenan air hujan. Jurnal Igakerta, 2(3), 18–28.

Prasetya, T. B., Rakhman, A. K., & Widyastuti, N. (2022). Strategi penguatan kelembagaan P3A di Kabupaten Gunungkidul. Dinamika, 9(1), 123–141.

Putri, A. (2020). Valuasi ekonomi Mata Air Mudal, Bejiharjo, Karangmojo. Jurnal Manajemen Keuangan Publik, 4(2), 52–58.

Rusmayadi, G., Indriyani, Sutrisno, E., Nugroho, R. J., Prasetyo, C., & Alaydrus, A. Z. A. (2023). Evaluasi efisiensi penggunaan sumber daya air. Jurnal Geosains West Science, 1(2), 112–118.

Saridewi, R. N., Arifin, M., Budiyanto, M. A., & Panjalu, M. A. (2025). Analisis kesetimbangan air irigasi di DI Duwet, Gunungkidul. CivETech, 7(1), 49–57.

Sriyono, E., & Jaya, R. P. (2024). Pengelolaan Sumber Daya Air di daerah kering Gunungkidul dengan Rain Driphonics System (RDS). ReTII XIX, 258–264.

Syaukat, Y., & Siwi, A. A. N. (2009). Estimasi nilai ekonomi air irigasi pada usaha tani padi sawah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 14(3), 201–210.

Thahir, A. P. L., & Saraswati, A. (2026). Perencanaan pola tanam untuk optimasi luas layanan DI Payaman Gunungkidul. FROPIL, 12(1), 1–11.

Utama, T. B., Bisri, M., Prayogo, T. B., Haribowo, R., & Limantara, L. M. (2026). Evaluation of the effectiveness of telaga-based rainwater harvesting. JWLD, 70(VII–IX), 50–56.

Widodo, B., Lupiyanto, R., & Malik, A. H. (2009). Improving carrying capacity by developing rainwater harvesting. JSTL, 1(1), 86–98.

Young, R. A. (2005). Determining the economic value of water. Resources for the Future.

Downloads

Published

2026-10-19

How to Cite

Moh Raihan Zahran, & Sarpini. (2026). Kelangkaan Air Pertanian di Gunungkidul:Tinjauan Ekonomi atas Alokasi dan Efisiensi Sumber Daya. Global Journal of Interdisciplinary Research and Innovation (GJIRI), 1(2), 89-94. https://research.nusantaraglobal.ac.id/index.php/gjiri/article/view/180