Urban Sufisme: Studi Tentang Persepsi Pelaksanaan Manaqib Bagi Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga

Authors

  • Much Yulianto Sidik Universitas Islam Negeri Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Author
  • Khusnul Khotimah Universitas Islam Negeri Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Author
  • Mustain Universitas Islam Negeri Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Author

Keywords:

Urban Sufisme, Persepsi, Manaqib, Spiritual, Tarekat

Abstract

Manaqib menjadi fenomena di desa-desa yang mengalami perubahan sosial dan budaya. Hal ini menjadi dasar penting bagi penelitian ini untuk memahami bagaimana praktik spiritual seperti Manaqib dapat terus berlanjut di Desa Onje meskipun ada perubahan-perubahan sosial, serta bagaimana jamaah mempersepsikan dan menilai ritual tersebut dalam kehidupan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali secara mendalam persepsi jamaah terhadap pelaksanaan ritual Manaqib dalam Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Pendekatan kualitatif dipilih karena pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena sosial yang kompleks dari sudut pandang para jamaah. Diikuti oleh 35 jamaah laki-laki menjadi fokus utama untuk memahami bagaimana ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah spiritual, tetapi juga sebagai media untuk mempererat hubungan sosial, membentuk solidaritas antar anggota jamaah, serta memberikan makna bagi kehidupan sehari-hari mereka. Secara keseluruhan, kegiatan Manaqib ini berjalan dengan penuh kekhusyukan, manaqib adalah kekuatan spiritual yang terdapat dalam praktik sufisme. Ritual ini menjadi sarana penting untuk jamaah dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperoleh kedamaian batin. Setiap elemen dalam ritual tersebut berfungsi untuk membersihkan jiwa dan memperkuat iman jamaah. Dalam kehidupan kompleks, di mana modernitas dan tuntutan hidup semakin tinggi, kegiatan seperti Manaqib menjadi ruang penting untuk menemukan kembali ketenangan batin.

References

Aziz, Amir. Sufisme dan Kehidupan Sosial: Studi Kasus di Indonesia. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010.

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana, 2004.

Jamil, Ahmad. Sufisme dalam Praktek Kehidupan Sehari-hari. Bandung: Penerbit Mizan, 2005.

Kuntowijoyo. Islam dan Kemajuan: Refleksi Sosial dalam Perspektif Islam. Yogyakarta: Penerbit Mizan, 1997.

Maqdisi, Muhammad. Pengantar Studi Tasawuf. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2009.

Mulkhan, Abd. Aziz. Sufisme dan Keindonesiaannya. Yogyakarta: LKIS, 2003.

Muchtar, Hadi. Makna Spiritualitas dalam Tarekat Naqsyabandiyah. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2014.

Masyhuri, Muhammad. Tasawuf dan Spiritualitas dalam Kehidupan Modern. Jakarta: Penerbit Kencana, 2011.

Nasr, Seyyed Hossein. Sufism: A Short Introduction. Oxford: Oneworld Publications, 2007.

Nursi, Said. Risale-i Nur: Petunjuk untuk Orang-Orang yang Menginginkan Kedamaian Batin. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009.

Rahman, Fazlur. Islamic Thought: An Introduction. Chicago: University of Chicago Press, 1970.

Suryadi, Yudi. Urban Sufism di Indonesia: Adaptasi Spiritual dalam Kehidupan Modern. Jakarta: Prenadamedia, 2012.

Yusuf, Imam. Praktik Sufisme di Desa dan Kota. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana, 2010.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Much Yulianto Sidik, Khusnul Khotimah, & Mustain. (2026). Urban Sufisme: Studi Tentang Persepsi Pelaksanaan Manaqib Bagi Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Global Journal of Interdisciplinary Studies and Research (GJISR), 1(1), 24-29. https://research.nusantaraglobal.ac.id/index.php/gjisr/article/view/144