Model Kolaboratif Penyaluran Bantuan Air Bersih dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat terhadap Krisis Air di Gunungkidul

Authors

  • Mohammad Ishlahudin Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta Author
  • Gufron Masduki Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta, Indonesia Author

Keywords:

Bantuan Air Bersih; Kolaborasi Masyarakat; Ketahanan Masyarakat; Krisis Air.

Abstract

Krisis air bersih merupakan persoalan yang berulang di wilayah Gunungkidul dan membutuhkan respons yang melibatkan berbagai aktor pada tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kolaboratif penyaluran bantuan air bersih, kontribusinya terhadap ketahanan masyarakat, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya di Padukuhan Gandu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui dokumentasi kegiatan penyaluran bantuan air bersih yang melibatkan Komunitas Pisowan Gunungkidul dan Kelompok KKN 5 STAI Yogyakarta. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi pola kolaborasi, mekanisme distribusi, kontribusi terhadap kapasitas respons masyarakat, serta faktor pendukung dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif diwujudkan melalui keterlibatan multipihak dan distribusi bantuan pada titik tampungan masyarakat di RT 2, RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6. Model tersebut berkontribusi terutama pada penguatan kapasitas respons jangka pendek terhadap keterbatasan akses air. Faktor pendukung meliputi keterlibatan aktor dan keberadaan tampungan lokal, sedangkan keterbatasan koordinasi, dokumentasi, evaluasi, dan keberlanjutan bantuan menjadi tantangan. Penelitian berkontribusi memberikan kerangka awal pengembangan respons kolaboratif berbasis masyarakat untuk menghadapi krisis air secara berkelanjutan.

References

Adger, W. N. (2003). Social capital, collective action, and adaptation to climate change. Economic Geography, 79(4), 387–404. https://doi.org/10.1111/j.1944-8287.2003.tb00220.x

Andriyanto, N., Suheri, A., & Soesanta, P. E. (2023). Analysis of the sustainability status of community-based drinking water supply in Kapongan District, East Java. Indonesian Journal of Applied Environmental Studies.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Assalimi, F. A., & Yuanjaya, P. (2023). Collective action Komunitas Resan Gunungkidul dalam mengatasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Journal of Public Policy and Administration Research, 8(6).

Berkes, F., & Ross, H. (2013). Community resilience: Toward an integrated approach. Society & Natural Resources, 26(1), 5–20. https://doi.org/10.1080/08941920.2012.736605

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Cahyadi, A. (2016). Peran telaga dalam pemenuhan kebutuhan air kawasan karst Gunungsewu pasca pembangunan jaringan air bersih. Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian, 14(2). https://doi.org/10.21831/gm.v14i2.13813

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dewi, L. W. P., Sulastri, N. N., Ngadisih, & Sucipta, I. N. (2024). Kajian kerawanan bencana kekeringan di Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta, Indonesia. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 12(1), 1–12. https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p01

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011

Fatah, A., Ulum, M., & Bowo, T. A. (2023). Peran LSM dalam penanggulangan kekeringan dan implikasinya bagi ketahanan wilayah di Kapanewon Nglipar Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi pada Yayasan Wahana Mandiri Indonesia). Jurnal Ketahanan Nasional, 29(1), 108–120.

Hafidh, R. A., Widianingsih, I., & Buchari, A. (2021). The practice of community-based water resource management in rural Indonesia. Journal of Governance, 6(2).

Handono, S. Y., Wibisono, Y., Nugroho, W. A., & Arif, C. (2024). Integrating social empowerment and membrane technology for clean water access in a rural Indonesian community case study in Nganti Village, Bojonegoro. Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 24(2), 633–660. https://doi.org/10.31186/jagrisep.24.02.633-660

Kurniatin, P. R. E., & Maksum, I. R. (2022). Sustainable strategy for community-based drinking water supply (PAMSIMAS) post program in rural Indonesia. Journal of Governance and Public Policy, 9(3). https://doi.org/10.18196/jgpp.v9i3.14629

Maryati, S., Firman, T., & Humaira, A. N. S. (2022). A sustainability assessment of decentralized water supply systems in Bandung City, Indonesia. Utilities Policy, 76, 101373. https://doi.org/10.1016/j.jup.2022.101373

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Narotama, M. R. (2015). Provision and utilization of community water system in drought prone area: A study case of Gunungkidul Regency [Master's thesis, Universitas Gadjah Mada]. UGM Repository.

Nugroho, J., Zid, M., & Miarsyah, M. (2020). Potensi sumber air dan kearifan masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan di wilayah karst (Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta). Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 4(1), 438–447. https://doi.org/10.36813/jplb.4.1.438-447

Partelow, S. (2021). Social capital and community disaster resilience: Post-earthquake tourism recovery on Gili Trawangan, Indonesia. Sustainability Science, 16, 203–220. https://doi.org/10.1007/s11625-020-00854-2

Putra, R. E. (2021). Sustainability analysis of community-based rural water supply (RWS): Case study PAMSIMAS program in Ponggang Village and Talagasari Village, Subang District, West Java Province. Jurnal Teknik Lingkungan, 27(2). https://doi.org/10.5614/j.tl.2021.27.2.5

Roekmi, R. A. K., Baskaran, K., & Chua, L. H. C. (2018). Community-based water supplies in Cikarang, Indonesia: Are they sustainable? Natural Resources Forum, 42(2), 108–122. https://doi.org/10.1111/1477-8947.12146

Rose, G. (2016). Visual methodologies: An introduction to researching with visual materials (4th ed.). SAGE Publications.

Simanihuruk, M., Sitorus, H., Ismail, R., Sitanggang, T., & Sihotang, D. (2025). Community resilience and adaptive strategies for clean water scarcity in Salaon Toba Village, Lake Toba, Indonesia. Sustainability, 17(22), 10335. https://doi.org/10.3390/su172210335

Soetanto, R., Hermawan, F., Drosou, N., Bosher, L., & Hatmoko, J. U. D. (2022). Perceptions of social responsibility for community resilience to flooding: A comparison between communities in Indonesia and the UK. Water, 14(3), 433. https://doi.org/10.3390/w14030433

Wicaksono, A. (2020). Examining inter-organizational network during emergency response of Gunungkidul drought 2019. Policy & Governance Review, 4(3). https://doi.org/10.30589/pgr.v4i3.354

Willetts, J., Mills, F., & Al’Afghani, M. M. (2020). Sustaining community-scale sanitation services: Co-management by local government and low-income communities in Indonesia. Frontiers in Environmental Science, 8, 98. https://doi.org/10.3389/fenvs.2020.00098

World Health Organization. (2023). Drinking-water. World Health Organization

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Ishlahudin, M., & Gufron Masduki. (2026). Model Kolaboratif Penyaluran Bantuan Air Bersih dalam Memperkuat Ketahanan Masyarakat terhadap Krisis Air di Gunungkidul. Global Journal of Interdisciplinary Studies and Research (GJISR), 1(1), 43-52. https://research.nusantaraglobal.ac.id/index.php/gjisr/article/view/149