Rekonstruksi Etika Digital Pembelajaran PAI Berbasis Artificial Intelligence Perspektif Pemikiran Az-Zarnuji
Keywords:
Artificial Intelligence, Etika Digital, Pendidikan Agama Islam, Az-Zarnuji.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika etika digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Artificial Intelligence (AI), mengkaji relevansi pemikiran Az-Zarnuji, serta merumuskan model rekonstruksi etika digital berdasarkan perspektif Ta'lim al-Muta'allim. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer berupa kitab Ta'lim al-Muta'allim, sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel jurnal terkait AI, etika digital, dan PAI. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran PAI menghadapi tantangan berupa plagiarisme, ketergantungan teknologi, misinformasi, dan menurunnya integritas akademik. Nilai-nilai pendidikan Az-Zarnuji, yaitu niat, penghormatan terhadap ilmu dan guru, kesungguhan belajar, wara', dan tanggung jawab moral, relevan sebagai landasan etika digital. Penelitian ini menghasilkan model rekonstruksi etika digital yang terdiri atas etika niat, etika adab, etika wara', etika tanggung jawab, dan juga etika produktivitas sebagai pedoman pemanfaatan AI yang beretika dalam pembelajaran PAI.
References
Ahmad, Z., & Kurniawan, B. (2023). Plagiarisme Digital dalam Pendidikan Tinggi: Tantangan dan Solusi. Jurnal Etika Pendidikan, 10(2), 45–60.
Astuti, N., & Rahman, F. (2022). Penggunaan Teknologi untuk Mencegah Pelanggaran Etika Penelitian. Jurnal Teknologi Informasi, 8(4), 78–90.
Az-Zarnuji, B. (1409 H). Ta'lim al-Muta'allim Ṭarīq at-Ta'allum. Semarang: Pustaka Alawiyah.
Fitriani, A., & Putra, T. (2023). Membangun Kesadaran Etika Penelitian di Kalangan Peneliti Muda. Jurnal Pendidikan Tinggi, 9(1), 22–34.
Mahasin, A. (1994). Keterkaitan dan Hubungan Umara dan Ulama dalam Islam. Dalam B. M. Rahman (Ed.), Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta: Yayasan Paramadina.
McCabe, D. L., & Pavela, G. (2000). Some good news about academic integrity. Change: The Magazine of Higher Learning, 32(5), 32–38.
Nata, A. (2003). Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Pranoto, A. H. (2026). PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KECERDASAN ARTIFISIAL: Strategi, Inovasi, dan Implementasi. In R. Raharjo, A. Sutiyono, & A. Syatori (Eds.), Duta Sains Indonesia (DSI Press) (pp. 1–90). Duta Sains Indonesia (DSI Press).
Qomaruddin. (2024). Analisis Data Kualitatif: Konsep Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan Perspektif Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting and Administration (JoMAA), 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Sabiq, S. (1365 H). Fiqih Sunnah (Jilid I). Jeddah: Al-Khidmatul Hadistah.
Saumantri, T., Bisri, & Nawawi, F. (2024). Etika dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Generasi Z di Pondok Pesantren Syariful Anam Kota Cirebon. Jurnal Abadimas Adi Buana, 7(2), 169–177.
Strauss, A., & Corbin, J. (1998). Basics of Qualitative Research.
Zainuddin, dkk. (1991). Seluk-beluk Pendidikan dari Al-Ghazali. Jakarta: Bumi Aksara.
Zuhairini. (1992). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hidayat, Ida Wahyu Erlina , Dian Yuli Kusumawati, Mulyanto Abdul Khoir (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










