Penyebab, Kriteria, dan Kedudukan Hadits Dha’if dalam Berhujjah Menurut Perspektif Ulama Hadits
Keywords:
Hadis Ḍa‘Īf, Berhujah, Ulama Hadis, Kritik Sanad, Kritik Matan.Abstract
Hadis ḍa‘īf merupakan salah satu klasifikasi hadis yang memiliki posisi penting dalam kajian 'Ulūm al-Ḥadīṡ karena berkaitan dengan validitas hadis sebagai sumber ajaran Islam. Perbedaan pandangan ulama mengenai kedudukan hadis ḍa‘īf dalam berhujah menunjukkan adanya dinamika metodologis dalam memahami otoritas sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya hadis ḍa‘īf, menjelaskan kriteria yang digunakan ulama dalam menilai kualitas hadis, serta mengkaji kedudukan hadis ḍa‘īf dalam berhujah berdasarkan perspektif ulama hadis klasik dan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap kitab-kitab 'Ulūm al-Ḥadīṡ, buku metodologi hadis, serta literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedhaifan hadis disebabkan oleh tidak terpenuhinya satu atau lebih syarat hadis maqbūl, seperti keterputusan sanad, lemahnya integritas atau ketelitian perawi, adanya kejanggalan (syāż), maupun cacat tersembunyi ('illah). Perbedaan pandangan ulama mengenai penggunaan hadis ḍa‘īf terbagi menjadi dua kecenderungan utama. Kelompok pertama membolehkan penggunaan hadis ḍa‘īf secara terbatas dalam faḍā'il al-a‘māl, targhīb wa tarhīb, dan pembinaan akhlak dengan syarat tertentu, sedangkan kelompok kedua menolak penggunaannya sebagai hujah karena mengutamakan hadis ṣaḥīḥ dan ḥasan. Dalam konteks kontemporer, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kritis-verifikatif melalui kritik sanad dan matan tetap menjadi metode yang paling relevan dalam menjaga otentisitas sunnah di tengah pesatnya penyebaran informasi keagamaan melalui media digital. Dengan demikian, hadis ḍa‘īf memiliki nilai akademik dalam khazanah ilmu hadis, namun penggunaannya harus dilakukan secara proporsional sesuai dengan kaidah metodologi yang telah dirumuskan para ulama.
References
Abu Syuhbah, M. (1995). Fī riḥāb al-sunnah al-kutub al-ṣiḥāḥ al-sittah. Majma' al-Buḥūts al-Islāmiyyah.
Al-Albānī, M. N. (1992). Silsilah al-aḥādīth al-ḍa‘īfah wa al-mawḍū‘ah (Vol. 1). Maktabah al-Ma‘ārif.
Al-'Asqalānī, I. Ḥ. (2008). Nuzhat al-naẓar fī tawḍīḥ Nukhbat al-Fikar. Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Al-Bukhārī, M. I. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Dār Ibn Kathīr.
Al-Khaṭīb, M. 'A. (1989). Uṣūl al-ḥadīth: 'Ulūmuhu wa muṣṭalaḥuhu. Dār al-Fikr.
Al-Nawawī, Y. S. (1985). Al-Taqrīb wa al-taysīr li ma‘rifah sunan al-basyīr al-nadhīr. Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Al-Qaraḍāwī, Y. (2000). Kayfa nata‘āmal ma‘a al-sunnah al-nabawiyyah. Dār al-Syurūq.
Al-Qaṭṭān, M. (2007). Mabāḥith fī 'ulūm al-ḥadīth. Maktabah Wahbah.
Al-Siba‘ī, M. (1982). Al-sunnah wa makānatuhā fī al-tasyrī‘ al-Islāmī. Al-Maktab al-Islāmī.
Al-Suyūṭī, J. (2006). Tadrīb al-rāwī fī syarḥ Taqrīb al-Nawawī. Dār al-Fikr.
Al-Ṭaḥḥān, M. (2004). Taysīr muṣṭalaḥ al-ḥadīth. Maktabah al-Ma‘ārif.
Azami, M. M. (1992). Studies in early hadith literature. American Trust Publications.
Brown, J. A. C. (2009). Hadith: Muhammad's legacy in the medieval and modern world. Oneworld Publications.
Ibn al-Ṣalāḥ. (2002). Muqaddimah Ibn al-Ṣalāḥ fī 'Ulūm al-Ḥadīth. Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Munawwir, A. W. (2007). Al-Munawwir: Kamus Arab–Indonesia. Pustaka Progressif.
Muslim ibn al-Ḥajjāj. (2006). Ṣaḥīḥ Muslim. Dār Ihyā' al-Turāth al-'Arabī.
Nuruddin 'Itr. (1997). Manhaj al-naqd fī 'ulūm al-ḥadīth. Dār al-Fikr.
Ṣubḥī al-Ṣāliḥ. (2005). 'Ulūm al-ḥadīth wa muṣṭalaḥuhu. Dār al-'Ilm li al-Malāyīn.
Wahbah al-Zuḥaylī. (1986). Uṣūl al-fiqh al-Islāmī (Vol. 1). Dār al-Fikr.
Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan (Edisi ke-3). Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Hilal, Sriyono Fauzi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










