Integrasi IPTEK dan Moderasi Beragama di Era Digital: Strategi Menyisipkan Nilai Moderasi dan Sains dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Keywords:
Integrasi IPTEK; Moderasi Beragama; Pendidikan Agama Islam; Literasi Digital; Tabayyun.Abstract
Peserta didik pada masa kini tumbuh di tengah percepatan teknologi digital yang membuat sumber informasi keagamaan tidak lagi terbatas pada guru dan buku pelajaran, melainkan meluas hingga media sosial, kanal video, siniar, dan kecerdasan buatan. Keadaan ini menghadirkan peluang berupa keluasan akses pengetahuan, sekaligus tantangan berupa penyebaran hoaks keagamaan, sikap intoleran, dan pemahaman yang ekstrem. Artikel ini bertujuan merumuskan strategi konseptual untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan sumber primer berupa Al-Qur’an beserta tafsirnya, kitab keislaman klasik, dokumen kebijakan moderasi beragama Kementerian Agama Republik Indonesia, dan kepustakaan teori pembelajaran, serta sumber sekunder berupa kajian mengenai keberagamaan digital. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi yang diarahkan pada perumusan strategi yang dapat diterapkan di ruang kelas. Kajian ini menghasilkan empat strategi integrasi, yaitu literasi digital keagamaan dalam materi akhlak, pembelajaran kontekstual berbasis sains, pembelajaran berbasis masalah, dan pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai sumber belajar tambahan. Masing-masing strategi dipasangkan dengan studi kasus faktual berupa hoaks sertifikasi halal produk makanan, perbedaan penetapan awal Ramadan, ujaran kebencian bernuansa agama di media sosial, dan penggunaan kecerdasan buatan untuk menjawab pertanyaan keagamaan. Setiap strategi juga dipetakan unsur ilmu pengetahuan dan teknologinya serta nilai moderasi yang ditanamkannya, merujuk pada sembilan nilai moderasi beragama. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi tersebut menuntut kesiapan guru, ketersediaan bahan ajar kontekstual, dan penilaian yang mengukur sikap serta keterampilan berpikir, bukan hanya hafalan.
References
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. ISTAC.
Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of knowledge: General principles and workplan. International Institute of Islamic Thought.
Al-Ghazali, A. H. (t.t.). Ihya' ulum al-din. Dar al-Ma'rifah.
Al-Qaradawi, Y. (t.t.). Al-Khasha'ish al-'ammah li al-Islam. Maktabah Wahbah.
Az-Zarnuji, B. (t.t.). Ta'lim al-muta'allim thariq at-ta'allum. Dar Ibn Katsir.
Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Logos Wacana Ilmu.
Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Kencana.
Barrows, H. S., & Tamblyn, R. M. (1980). Problem-based learning: An approach to medical education. Springer.
Bunt, G. R. (2018). Hashtag Islam: How cyber-Islamic environments are transforming religious authority. University of North Carolina Press.
Daradjat, Z. (2005). Ilmu jiwa agama. Bulan Bintang.
Ibn Katsir, I. bin U. (t.t.). Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it's here to stay. Corwin Press.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology. Sage Publications.
Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the internet is hiding from you. Penguin Press.
Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Pearson.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah. Lentera Hati.
Wilson, C., dkk. (2011). Media and information literacy curriculum for teachers. UNESCO.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irfan Mahendra, Asep Rahmatullah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










