Hurriyah dan Istiqlal: Rekonstruksi Makna Kemerdekaan dalam Tafsir Nusantara sebagai Basis Pendidikan Karakter Bangsa

Authors

  • Nur Aini Setyaningtyas UIN Raden Mas Said Surakarta Author
  • Abid Nurhuda Universitas PTIQ Jakarta Author
  • Ahmad Hadi Pranoto UIN Walisongo Semarang Author

Keywords:

Hurriyah, Istiqlal, Tafsir Nusantara, Kemerdekaan, Pendidikan Karakter

Abstract

Kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan lebih dari delapan dekade silam ternyata menyisakan paradoks: bangsa ini merdeka secara politik, namun kerap masih terjajah secara karakter. Penelitian ini bertolak dari keresahan tersebut untuk merekonstruksi makna kemerdekaan melalui dua konsep kunci dalam Al-Qur'an, yaitu hurriyah (kebebasan individu yang bertanggung jawab) dan istiqlal (kemandirian kolektif suatu bangsa), sebagaimana dipahami dalam tradisi tafsir Nusantara. Menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir maudhu'i dan analisis isi, penelitian ini menelaah karya-karya tafsir seperti Al-Azhar, Al-Mishbah, Al Huda dan Tarjuman Al-Mustafid untuk menemukan benang merah antara kedua konsep tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hurriyah dan istiqlal bukan dua wacana terpisah, melainkan dua denyut yang saling melengkapi: kebebasan batin individu menjadi prasyarat bagi lahirnya kemandirian kolektif, sementara kedaulatan bangsa hanya tegak di atas fondasi warga yang telah merdeka secara moral. Temuan ini direlevansikan dengan lima nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas) yang ternyata dapat ditelusuri akar teologisnya dalam kerangka hurriyah-istiqlal. Kontribusi artikel ini adalah menawarkan kerangka konseptual yang menjembatani tafsir klasik dengan kebijakan pendidikan karakter kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter bangsa akan lebih berakar dan bermakna apabila digali kembali dari mata air tafsir Nusantara, bukan sekadar dirumuskan dari kerangka filosofis kebangsaan semata.

References

Al-Farmawi, A. H. (1977). Al-Bidayah fi al-tafsir al-mawdu'i: Dirasah manhajiyah mawdu'iyah. Maktabah al-Jumhuriyyah.

Bakri, K., & Faza, A. M. D. (2025). Studi tafsir ayat martabat manusia dalam QS. Al-Hujurat: 11, upaya preventif tindakan bullying. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 15(2), 531–556. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/agama_islam/article/view/3086

Chaniago, A. F. (2022). Pendidikan karakter prespektif Al-Quran hadits Nabi Muhammad SAW. Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 3(1), 79–109. https://doi.org/10.52166/mida.v3i1.827

Faozi. (2021). Negarawan sejati menurut pandangan Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/al-fikra/article/view/12521

Gusmian, I. (2015). Tafsir Al-Qur'an di Indonesia: Sejarah dan dinamika. Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara, 1(1), 1–32.

Hanif, U. (2023). Free will dalam Tafsir Al-Azhar: Analisis interpretasi Buya Hamka dan kebebasan berekspresi di era digital. Mashahif: Journal of Qur'an and Hadits Studies. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mashahif/article/view/5728

Ibn 'Ashur, M. al-T. (2006). Treatise on Maqasid al-Shari'ah (M. El-Mesawi, Trans.). International Institute of Islamic Thought.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Infografis Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kemdikbud.

Kurniawan, S., & Pulungan, J. J. (2026). Martabat kemanusiaan dalam Al-Qur'an menurut Tafsir Al-Azhar karya Prof. Hamka. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 16(1), 25–48. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/agama_islam/article/view/3125

Kuswantoro, K., & Alfi, I. (2023). Kebebasan beragama menurut tafsir Al-Misbah Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 256. Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah, 2(2), 65–71.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.

Lickona, T. (2016). Mendidik untuk membentuk karakter: Bagaimana sekolah dapat mengajarkan sikap hormat dan tanggung jawab (J. A. Wamaungo, Trans.). Bumi Aksara.

Lukman, F. (2021). Telaah historiografi tafsir Indonesia: Analisis makna konseptual terminologi tafsir Nusantara. Ṣuḥuf, 14(1), 49–77. https://doi.org/10.22548/shf.v14i1.616

Maarif, N. H. (2021). Penafsiran politik Kolonel Bakri Syahid dalam Al-Huda: Tafsir Qur'an Basa Jawi. Islam Nusantara: Journal for the Study of Islamic History and Culture, 2(2), 69–91. https://doi.org/10.47776/islamnusantara.v3i1.64

Maya, R., Herman, H., Aisyah, A., & Alfarisi, M. F. (2024). Implementasi buku Tafsir Tarbawi: Tafsir tematik pendidikan karakter karya Fakhruddin Nursyam sebagai referensi pada mata kuliah Tafsir Tarbawi. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(001). https://doi.org/10.30868/ei.v12i001.5371

Mawangir, M. (2018). Nilai-nilai pendidikan karakter perspektif Tafsir Al-Mishbah karya Muhammad Quraish Shihab. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 163–182. https://doi.org/10.19109/tadrib.v4i1.1917

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Rahman, M. I., & Erdiyansyah. (2024). Pesan dakwah dalam Q.S. Ar-Ra'd [13]: 11 ditinjau dari penafsiran klasik-kontemporer. Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman, 10(2). https://doi.org/10.24952/tazkir.v10i2.11045

Saifuddin, & Wardani. (2017). Tafsir Nusantara: Analisis isu-isu gender dalam Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tarjuman al-Mustafid karya 'Abd al-Ra'uf Singkel. LKiS.

Umar, N. (2021, Mei 5). Memaknai kebebasan (Al-Hurriyah). Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/renungan-ramadan/403037/memaknai-kebebasan-al-hurriyah

Zaiyadi, A. (2018). Lokalitas tafsir Nusantara: Dinamika studi al-Qur'an di Indonesia. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist, 1(1), 1–26. https://doi.org/10.35132/albayan.v1i1.1

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-08-17

How to Cite

Hurriyah dan Istiqlal: Rekonstruksi Makna Kemerdekaan dalam Tafsir Nusantara sebagai Basis Pendidikan Karakter Bangsa (N. A. Setyaningtyas, A. Nurhuda, & A. H. Pranoto, Trans.). (2026). TRANSCIVILIA: Journal of Multidisciplinary Knowledge and Civilization, 1(4), 81-93. https://research.nusantaraglobal.ac.id/index.php/transcivilia/article/view/135