Strategi Preventif Perceraian untuk Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Pendidikan Islam
Keywords:
Strategi Preventif, Perceraian, Ketahanan Keluarga, Psikologi Pendidikan Islam, Maqashid Syariah.Abstract
Keluarga merupakan institusi pendidikan pertama yang berperan membentuk perkembangan kepribadian, moral, sosial, dan spiritual seorang anak. Meningkatnya angka perceraian di Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan keluarga menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat faktor psikologis, ekonomi, komunikasi, serta rendahnya kesiapan pasangan dalam membangun kehidupan rumah tangga. Dalam perspektif Islam, perceraian (ṭalāq) merupakan solusi terakhir (ultimum remedium) setelah seluruh upaya perdamaian dan rekonsiliasi dilakukan sebagaimana diarahkan dalam Al-Qur'an dan hadis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis strategi preventif perceraian dalam perspektif psikologi pendidikan Islam sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap Al-Qur'an, hadis, literatur psikologi pendidikan Islam, serta berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pencegahan perceraian tidak cukup dilakukan melalui pendekatan hukum, tetapi memerlukan proses pendidikan yang berkelanjutan sejak sebelum pernikahan hingga kehidupan berkeluarga. Strategi preventif meliputi pendidikan pranikah, penguatan literasi keluarga, peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal, konseling keluarga secara berkelanjutan, penguatan nilai sakinah, mawaddah, dan raḥmah, serta pembinaan kematangan emosional dan spiritual pasangan. Strategi tersebut selaras dengan tujuan maqāṣid al-syarī'ah, khususnya dalam menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan keharmonisan keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama bagi anak. Dengan demikian, psikologi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga melalui proses pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman sehingga risiko perceraian dapat diminimalkan.
References
Abdullah Nasih Ulwan. (2015). Pendidikan anak dalam Islam (Vol. 1). Insan Kamil.
Al-Ghazali. (2011). Ihya' Ulum al-Din (Vol. 2). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Al-Syatibi. (2011). Al-Muwafaqat fi usul al-shari'ah. Dar Ibn Affan.
Amato, P. R. (2010). Research on divorce: Continuing trends and new developments. Journal of Marriage and Family, 72(3), 650–666.
Assalam, G., & Rohimah, S. (2025). Analisis Dampak dan Strategi Preventif Perceraian dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam. INOVASI: Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan, 4(1), 55–60.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. The International Institute of Islamic Thought.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Goleman, D. (2006). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ (10th anniversary ed.). Bantam Books.
Hasan Langgulung. (2003). Asas-asas pendidikan Islam. Pustaka Al-Husna Baru.
Izzati, N. R., & Zaelani, A. Q. (2024). Perceraian dalam Perspektif Normatif-Yuridis dan Psikologis. Journal of Islamic and Law Studies, 8(1), 62–81.
Jasser Auda. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya.
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Noor, M. (2025). Perceraian dalam Perspektif Psikologi Hukum Islam. Global Research and Innovation Journal (GREAT), 1(3), 2770–2781.
Nurhuda, A., Hariyadi, M., Anhar, A., Pranoto, A. H., & Siti Rohmah. (2026). Rereading the Qur ’ an as a Source of Global Literacy: Educational Challenges in the Era of Digital Disruption. Proceeding International Conference on Religion, Science and Education, 5, 871–880.
Pranoto, A. H. (2026). PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KECERDASAN ARTIFISIAL: Strategi, Inovasi, dan Implementasi. In R. Raharjo, A. Sutiyono, & A. Syatori (Eds.), Duta Sains Indonesia (DSI Press) (pp. 1–90). Duta Sains Indonesia (DSI Press).
Pranoto, A. H., Raharjo, R., Lutfiyah, L., Nurhuda, A., & Huda, A. A. S. (2025). Transformation Of Educational Leadership In The Modern Era: A Review Based On Qs Ali Imron 159. Research in Education and Rehabilitation, 8(2), 329–341. https://doi.org/10.51558/2744-1555.2025.8.2.329
Santrock, J. W. (2018). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill.
Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hamzah Alfajri Linggawijaya, Siti Rokhimah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










