Ambiguitas Terminologis Kafalah dan Dhomman dalam Fatwa DSN-MUI dan Implikasinya terhadap Kepastian Hukum Perbankan Syariah

Authors

  • Nur Aini Setyaningtyas UIN Raden Mas Said Surakarta Author
  • Dewi Sinta UPI Bandung Author

Keywords:

Kafalah, Dhamān, Hiwalah, DSN-MUI Fatwa, Legal Certainty

Abstract

This study examines the terminological ambiguity between kafalah and dhamān in DSN-MUI Fatwa No. 11/DSN-MUI/IV/2000 on Kafalah and Fatwa No. 12/DSN-MUI/IV/2000 on Hawalah, as well as its implications for legal certainty in Islamic banking in Indonesia. Using a juridical-normative approach with a literature review design, this study traces the genealogical roots of both terms in the classical fiqh tradition across madhhabs, analyzes the wording of the DSN-MUI fatwas, and compares them with international regulatory practices. The findings reveal three main critical issues: the absence of an explicit definition of dhamān as a distinct category; the lack of an explanation of the madhhab-based rationale for distinguishing hiwalah muthlaqah from kafalah; and the absence of standard guidelines regarding the permissibility of ujrah in guarantee contracts. An analysis using Radbruch’s legal certainty framework and the maqashid al-sharia reveals that this ambiguity has the potential to cause inconsistencies in interpretation among Islamic financial institutions. Comparative findings also reveal that similar issues exist between Bank Negara Malaysia and AAOIFI, confirming that this challenge is structural in nature, rather than a singular failure of the DSN-MUI. This study recommends the issuance of additional technical clarifications to define the terminological boundaries of these three contracts, thereby strengthening legal certainty in the national Islamic banking sector.

References

Antonio, M. S. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani.

Barlinti, Y. S. (2004). Kedudukan fatwa Dewan Syariah Nasional dalam sistem hukum nasional di Indonesia. Intermasa.

Busari, S., Suleiman, H., & Salhab, B. (2024). Application of guarantee contracts in Islamic financial transaction: Analysis of BNM and AAIOFI. Journal of Fatwa Management and Research, 29(3), 46–62. https://doi.org/10.33102/jfatwa.vol29no3.585

Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2000a). Fatwa Dewan Syari'ah Nasional MUI No. 11/DSN-MUI/IV/2000 tentang Kafalah.

Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2000b). Fatwa Dewan Syari'ah Nasional MUI No. 12/DSN-MUI/IV/2000 tentang Hawalah.

Muhammad, W. I. (2019). Keberanjakan fatwa dari legal opinion menjadi legal binding (Studi kasus fatwa DSN MUI tentang perbankan syariah). Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam, 11, 146–163.

Muslich, A. W. (2010). Fiqh muamalah. Amzah.

Muslih, M. (2017). Negara hukum Indonesia dalam perspektif teori hukum Gustav Radbruch. Legalitas: Jurnal Hukum, 4(1).

Nurjaman. (2021). Transformasi akad tabarru' menjadi akad mu'awadhat: Analisis akad hiwalah dan akad kafalah di lembaga keuangan syariah. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah, 6(1), 43–56. https://doi.org/10.24235/jm.v6i1.8100

Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 tentang Bank Umum Syariah.

Rozali, A. (2020). Transformasi akad perbankan syariah dalam pembentukan hukum perikatan nasional. Jurnal Wawasan Yuridika, 4(1), 31–46. https://doi.org/10.25072/jwy.v4i1.320

Sahrani, S., & Abdullah, R. (2011). Fikih muamalah. Ghalia Indonesia.

Sudiarti, S. (2018). Fiqh muamalah kontemporer. UIN-SU Press.

Syahpawi, S. (2012). Hiwalah sebagai solusi dalam mengatasi kredit macet dalam perbankan syariah. IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 1(2), 165–175.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Wirdyaningsih. (2005). Bank dan asuransi Islam di Indonesia. Prenada Media.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Setyaningtyas, N. A., & Sinta, D. (2026). Ambiguitas Terminologis Kafalah dan Dhomman dalam Fatwa DSN-MUI dan Implikasinya terhadap Kepastian Hukum Perbankan Syariah. Tadrisia: Education and Islamic Studies, 1(3), 31-43. https://research.nusantaraglobal.ac.id/index.php/tadrisia/article/view/131